Di dalam olahraga renang terdapat suatu prinsip ekonomi mengeluarkan modal sekecil mungkin dan memperoleh untung sebesar mungkin. Demikian pula dalam renang memiliki prinsip yang sama mengeluarkan tenaga sekecil mungkin dan memperoleh daya laju yang seoptimal mungkin. Kerena dalam gerakan renang melalui momentum di air sebagai akibat dari penyelaman dan dorongan. Tujuan berenang yang efisien adalah menjaga momentum sekonstan mungkin. Ketika perenang menggunakan kekuatan pada air, menyebabkan tubuh melaju dan secara simultan menghasilkan friksi resistensi pada air sehingga menyebabkan daya laju melambat. Momentum lebih besar, akan lebih mempercepat laju perenang, dan lebih mengefisienkan tenaga perenang sehingga tuntunan pengeluaran energi menjadi lebih rendah. Untuk mengimplementasikan prinsip tersebut, diperlukan penerapan pengetahuan khusus yaitu teori mekanika renang.

Ada beberapa prinsip mekanika yang harus diperhatikan dan dipahami dalam renang: daya apung, dorongan, hambatan.

1  Daya Apung

Untuk mempertahankan daya apung dalam air perlu memperhatikan hukum Archimedes. Bunyi hukum Archimedes “Bila sebuah benda beada dalam air, benda akan mendapatkan tekanan ke atas yang besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh benda tersebut”. Berdasarkan prinsip hukum Archimedes tersebut, maka bila perenang masuk kedalam air ada tiga kemungkinan yang terjadi mengapung, melayang, dan tenggelam. Di darat orang memiliki gaya berat yang bekerja tegak lurus ke bawah yang berada pada titik berat badan, sedangkan bila berada dalam air memiliki gaya apung.

2  Dorongan

Untuk menghasilkan daya dorong tubuh maju kedepan, dalam renang dihasilkan dari dua daya kekuatan yaitu daya yang dihasilkan dari kekuatan tarikan gerakan lengan, dan dari gerakan cambukan. Kedua daya dilakukan secara simultan, seirama, dan sinkron, akan menghasilkan daya dorong tubuh bergerak maju secara optimal. Daya dorong yang dihasilkan dari tarikan lengan mengalami beberapa fase perkembangan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

3  Hambatan

Dalam berenang disamping berupaya mendorong tubuh untuk melaju, kita juga harus mampu menghindari atau meminimalisir tahanan atau hambatan air yang dapat menimbulkan daya laju tubuh menjadi terhambat. Karena substansi peningkatan kemampuan renang adalah meningkatkan renang yang efisien dengan cara meningkatkan kemampuan daya dorong ke depan dan mengurangi hambatan kontra dari air terhadap tubuh seminimal mungkin. Hambatan dapat terjadi akibat dari bentuk aliran air dan kerena tubuh perenang.